MAKALAH PRETEST-POSTEST DESAIN KELOMPOK KONTROL
(Tugas
Mata KuliahMetodologiPenelitian)
Disusunoleh:
Devi Rahmayani (1213023015)
NurulSyahruRamadhania (1213023051)
WenySagitaWahyuni (1213023079)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LatarBelakang
Padapenelitiantelahdiselidikiperbedaanpengaruhduametodepembelajaranbahasainggrissebagaibahasaasingterhadapinteraksikelasdanhasilmembacamahasiswa.Mahasiswadiobservasidenganmenggunakanprosedurdanpengumpulan
data analisispembelajaran.Selainitumahasiswajugadiberi pretest dan posttest
dansebuahangketuntukmengecaluasipengaruhpenekananbahasaasing (bahasainggris)
terhadapinteraksikelasdanhasilbelajar.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakelompokbahasainimempunyaiinteraksiawaldanlanjutan
yang
lebihbanyakdaripadakelompokbahasainggrisumum.Tetapipenekanantidakberinteraksidenganhasilbelajardaninteraksikelas,
hasil lain yang signifikandiperolehketikapriadanwanitadibandingkandalamkeduakelompokpembelajaran.Untukmengujikeefektifanbahasaasingtersebutmakadigunakan
pretest dan posttest padakelas control, danhanya posttest kelompok control.
Untuklebihjelasnyamakapembahasanberikutiniakandifokuskanpadamasing-masingdesaintersebut.
1.2 Tujuan
Adapuntujuandarimakalahiniadalahuntukmengetahuiperbedaanantara
2 kelompoksubjekpadapretest dan posttest padakelas control.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Desain Eksperimen yang Benar
Bahan penting dari desain eksperimental yang benar adalah bahwa subjek
secaraacak ditugaskan untuk kelompok perlakuan. Seperti telah dibahas
sebelumnya, tugas acak adalah teknik yang kuat untuk mengendalikan
karakteristik ancaman tunduk validitas internal, pertimbangan utama dalam
penelitian pendidikan (Fraenkel, 2011)
Desaineksperimentalsejatimelibatkanpenelitiandalampembentukankelompoksubjekdanmanipulasiperlakuan
yang diberikanpadakelompok yang
berbedatersebut.Pembentukankelompokdilakukandengancarapenempatanacak (random
assignmet) dimanasetiapindividusubjekmempunyaikesempatan yang
samauntukterpilihmenjadianggotasalahsatukelompok.
Penempataacakinidapatlebihmeyakinkanterutamabilasubjeknyacukupbanyakdandiantarasubjek-subjekdalammasing-masingkelompoktidakadaperbedaan
factor yang berartisebelumdiberiperlakuan.Kemudianperlakuaneksperimendiberikanpadasatuataulebihkelompokdanperlakuan
control diberikanpada yang
lainsehinggamemungkinkanuntukmembandingkanpengaruhdaripemberianperlakuan yang
berbedatersebut.
Eksperimensejatidapatdilakukandenganduamacamdesaindasaryaitu
pretest-posttest kelompok control danhanyaposttest kelompok control (Hajar,
1999).
2.2DesainPretest-PosttestacakpadaKelompok
Kontrol.
Desainacakkelompok kontrolpretest-posttest berbeda daridesainkelompok kontrolposttest-satunya
acakhanyadalam penggunaanpretest.Dua kelompokmata
pelajaranyang digunakan, dengankedua kelompokyang
diukurataudiamatidua kali. yang pertamatugasacakdigunakanuntukmembentukkelompok.
Pengukuranataupengamatan yang
dikumpulkanpadawaktu yang samauntukkeduakelompok. Diagram desainsepertiberikut
:
Pretest-Posttest
Acak Design Group Kontrol
|
Group Perlakuan
|
R
|
O
|
X
|
O
|
|
Group Control
|
R
|
O
|
C
|
O
|
Penggunaan pretest
meningkatkankemungkinan yang dapatmempengaruhiperlakuan test karenamungkin
"mengingatkan" paraanggotakelompokeksperimensehinggamenyebabkanmerekauntukberbuatlebihbaikpada
posttest dibandingkandarianggotakelompokkontrol.Sebuahtarik-ulur
(situasidimanaseseorangharusmembuatkeputusanterhadapduahalataumungkinlebih,
mengorbankansalahsatuaspekdenganalasantertentuuntukmemperolehaspek lain
dengankualitas yang berbeda)
adalahbahwahalitudilakukanpenelitidengancaramemeriksaapakahkeduakelompok yang
benar-benarmirip. Apakahpembagiankelompokdengancaraacakbenar-benarberhasilmembuatkelompoksetara.
Halinisangatdibutuhkanjikajumlahdalamsetiapkelompokkecil (kurangdari 30).Jika
pretest menunjukkakelompok-kelompok yang tidaksetara,
penelitidapatberusahauntukmembuatmerekasetaradenganmenggunakansalahsatudesain
yang cocok.Sebuah pretest jugadiperlukanjikajumlahperubahandariwaktukewaktu
yang akandinilai.
Mari kitamenggambarkandesaininidenganmenggunakancontohsebelumnya
yang melibatkanpenggunaanlokakaryasensitivitas.Gambar 13.5 menyajikan diagram
tentangbagaimanadesaininiakandigunakan.

Gambar
13.5 ContohDesainPretest-PosttestacakpadaKelompok
Kontrol
(Fraenkel, 2011)
Desaininimelibatkanduakelompoksubjeksatudiberiperlakuaneksperimentaldan
yang laintidakdiberiperlakuanapa-apa (kelompok control).
Pengelompokkansubjektersebutdilakukandengancaraacak.
Tujuanpengelompokkansecaraacakiniadalahuntukmempersamakan (menyetarakan) secara
statistic kondisikelompokeksperimendan control sebelumdiperkenalkan variable
indipemdenkepadasubjek.
Desaininidapatdigambarkansebagaiberikut:
Keterangan:
A = acak
I = Kelompokeksperimental
II = kelompok
control
O = tes
(observasi), O1 (pretest), O2 (posttest)
X =
perlakuaneksperimental
Adapunlangkah-langkahdenganmenggunakan
pretest-postestkelompok control A,
penelitimembagisubyekkedalamduakelompok (I,untukdisiapkanmenjadikelompokeksperimental,
dan II menjadikelompok control) yang dilakukandengancaraacak,
disebutdenganpenempatanacak. Penempatansubjeksecaraacakinidimaksudkanuntukmendapatakankelompok yang
ekuvalensehinggasecararasionalmenekanseminimalmungkinperbedaanawalantarkelompok
yang
mungkinberpengaruhpadahasilnya.Semakinbesarjumlahsubjekdalammasing-masingkelompok,
semakinkecilkemugnkinanterjadinyaperbedaanawalantarkelompoksubjek.Dalampenelitianpendidikan,
biasanyamasing-masingkelompoksetidaknyaterdiridari 15 subjek agar
asumsiekuivalensi statistic dapatdicapai.
Kedua, penelitimemberikan pretest ( O 1 )
tentang variable dependenkepadakeduakelompoksubyek, pretest
inidimaksudkanuntukmengetahuikondisiawalsubyekberkenaandengan variable
dependen. Meskipunpenempatansubjeksecaraacakdapatmenekanperbedaanawalsubyekantarkelompok,
dalambanyakkondisimungkintidakselaludemikian.Karenaitu, pretest
dapatmenghilangkankemungkinaninidengan control statistic, yang melibatkanskor
pretest dan posttest.
Langkahketiga, penelitimemberikanperlakuaneksperimental
(X) kepadasalahsatukelompok (eksperimentel )danmembiarkankelompok (kontorl)
tanpaperlakuanbaru. Karenaekeperimeninimemerlukanwaktu, makaselama proses
eksperimentkondisikeduakelompokharustetapekuivalen,kecualidalammanupulasiperlakuan
variable dependen. Hal ini, dapatdilakukandengancaratetapmenjaga agar varibael
lain (asing) di luareksperimentaldipertahankantetapsama.
Langkah Keempat,
setetlahperlakuaneksperimentaldiberikankeduakelompoksubyek (ekperimentaldan
control) di test lagiataupostets (O2) denganmenggunakantets yang sama,
sebagaimana yang digunakanpada pretest. Selanjutnyakelima,
penelitimembandingkanperubahan( perbedaanantaraskor pretest dan posttest)
antarakelompokeksperimentaldankelompok control. Teknikanalisis statistic yang biasanyadigunakanadalahanalisikovarian.Bilaterjadiperbedaanperubahan
yang signifikanberartipemberianperlakuan (variable independen) berpengaruhpada
variable dependen (Hajar, 1999) .
Variasi lain dari langkah-langkah desain diatas dapat
dilakukan dengan cara membalik urutan langkah pertama dan kedua. Dengan cara
ini, pertama-tama peneliti memberikan pretest (O1) kepada seluruh
subyek. Setelah itu, subyek dibagi secara acak kedalam dua kelompok (I,
kelompok eksperimen, dan kelompok kontrol). Langkah selanjutnya, yakni ketiga,
keempat, dan kelima, dilakukan sebagaimana langkah-langkah pada desain
sebelumnya. Variasi langkah-langkah desain ini dapat digambarkan dalam diagram
berikut ini:
Perbedaan yang nyata antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol dalam desain diatas adalah ada atau tidak adanya perlakuan
yang berkenaan dengan variabel indipenden yang diberikan pada masing-masing
kelompok. Dalam bidang pendidikan, penelitian eksperimen sering kali
dimaksudkan untuk menguji pengaruh perlakuan yang berbeda dari variabel
independen terhadap variabel dependen. Misalnya, seorang peneliti bermaksud menguji
perbedaan efektifitas tiga macam metode pembelajaran (X1[kuliah], X2 [CBSA], X3
[proyek]) terhadap prestasi belajar IPS siswa.
Desain pretest-postest kelompok kontrol ini dapat
mengontrol 4 sumber utama yang dapat mengancam validitas internal, yaitu: seleksi,
regresi statistik, testing, dan kematangan. Akan tetapi, sumber ancaman lain,
seperti difusi perlakuan, histori, bias eksperimen, instrumentasi, dan mortalitas
agak sulit dikontrol (Hajar, 1999).
DAFTAR PUSTAKA
Hajar,Ibnu.1999.Dasar-Dasat
Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan.Jakarta:Rajagrafindo
Persada.
Fraenkel.2011.How
to Design and Evaluate Research in Education.