Senin, 20 April 2015


 
MAKALAH PRETEST-POSTEST DESAIN KELOMPOK KONTROL
(Tugas Mata KuliahMetodologiPenelitian)







Disusunoleh:
Devi Rahmayani                      (1213023015)
NurulSyahruRamadhania        (1213023051)
WenySagitaWahyuni               (1213023079)




Description: LOGO-Unila3.jpg


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
2015





BAB I
PENDAHULUAN


1.1  LatarBelakang

Padapenelitiantelahdiselidikiperbedaanpengaruhduametodepembelajaranbahasainggrissebagaibahasaasingterhadapinteraksikelasdanhasilmembacamahasiswa.Mahasiswadiobservasidenganmenggunakanprosedurdanpengumpulan data analisispembelajaran.Selainitumahasiswajugadiberi pretest dan posttest dansebuahangketuntukmengecaluasipengaruhpenekananbahasaasing (bahasainggris) terhadapinteraksikelasdanhasilbelajar.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwakelompokbahasainimempunyaiinteraksiawaldanlanjutan yang lebihbanyakdaripadakelompokbahasainggrisumum.Tetapipenekanantidakberinteraksidenganhasilbelajardaninteraksikelas, hasil lain yang signifikandiperolehketikapriadanwanitadibandingkandalamkeduakelompokpembelajaran.Untukmengujikeefektifanbahasaasingtersebutmakadigunakan pretest dan posttest padakelas control, danhanya posttest kelompok control. Untuklebihjelasnyamakapembahasanberikutiniakandifokuskanpadamasing-masingdesaintersebut.

1.2 Tujuan
Adapuntujuandarimakalahiniadalahuntukmengetahuiperbedaanantara 2 kelompoksubjekpadapretest dan posttest padakelas control.




BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Desain Eksperimen yang Benar

Bahan penting dari desain eksperimental yang benar adalah bahwa subjek secaraacak ditugaskan untuk kelompok perlakuan. Seperti telah dibahas sebelumnya, tugas acak adalah teknik yang kuat untuk mengendalikan karakteristik ancaman tunduk validitas internal, pertimbangan utama dalam penelitian pendidikan  (Fraenkel, 2011)

Desaineksperimentalsejatimelibatkanpenelitiandalampembentukankelompoksubjekdanmanipulasiperlakuan yang diberikanpadakelompok yang berbedatersebut.Pembentukankelompokdilakukandengancarapenempatanacak (random assignmet) dimanasetiapindividusubjekmempunyaikesempatan yang samauntukterpilihmenjadianggotasalahsatukelompok. Penempataacakinidapatlebihmeyakinkanterutamabilasubjeknyacukupbanyakdandiantarasubjek-subjekdalammasing-masingkelompoktidakadaperbedaan factor yang berartisebelumdiberiperlakuan.Kemudianperlakuaneksperimendiberikanpadasatuataulebihkelompokdanperlakuan control diberikanpada yang lainsehinggamemungkinkanuntukmembandingkanpengaruhdaripemberianperlakuan yang berbedatersebut.

Eksperimensejatidapatdilakukandenganduamacamdesaindasaryaitu pretest-posttest kelompok control danhanyaposttest kelompok control (Hajar, 1999).




2.2DesainPretest-PosttestacakpadaKelompok Kontrol.

Desainacakkelompok kontrolpretest-posttest berbeda daridesainkelompok kontrolposttest-satunya acakhanyadalam penggunaanpretest.Dua kelompokmata pelajaranyang digunakan, dengankedua kelompokyang diukurataudiamatidua kali. yang pertamatugasacakdigunakanuntukmembentukkelompok.

Pengukuranataupengamatan yang dikumpulkanpadawaktu yang samauntukkeduakelompok. Diagram desainsepertiberikut :

Pretest-Posttest Acak Design Group Kontrol
Group Perlakuan
R 
O
X
O
Group Control 
R 
O
C
O
Penggunaan pretest meningkatkankemungkinan yang dapatmempengaruhiperlakuan test karenamungkin "mengingatkan" paraanggotakelompokeksperimensehinggamenyebabkanmerekauntukberbuatlebihbaikpada posttest dibandingkandarianggotakelompokkontrol.Sebuahtarik-ulur (situasidimanaseseorangharusmembuatkeputusanterhadapduahalataumungkinlebih, mengorbankansalahsatuaspekdenganalasantertentuuntukmemperolehaspek lain dengankualitas yang berbeda) adalahbahwahalitudilakukanpenelitidengancaramemeriksaapakahkeduakelompok yang benar-benarmirip. Apakahpembagiankelompokdengancaraacakbenar-benarberhasilmembuatkelompoksetara. Halinisangatdibutuhkanjikajumlahdalamsetiapkelompokkecil (kurangdari 30).Jika pretest menunjukkakelompok-kelompok yang tidaksetara, penelitidapatberusahauntukmembuatmerekasetaradenganmenggunakansalahsatudesain yang cocok.Sebuah pretest jugadiperlukanjikajumlahperubahandariwaktukewaktu yang akandinilai. 
Mari kitamenggambarkandesaininidenganmenggunakancontohsebelumnya yang melibatkanpenggunaanlokakaryasensitivitas.Gambar 13.5 menyajikan diagram tentangbagaimanadesaininiakandigunakan.

Gambar 13.5 ContohDesainPretest-PosttestacakpadaKelompok Kontrol
(Fraenkel, 2011)

Desaininimelibatkanduakelompoksubjeksatudiberiperlakuaneksperimentaldan yang laintidakdiberiperlakuanapa-apa (kelompok control). Pengelompokkansubjektersebutdilakukandengancaraacak. Tujuanpengelompokkansecaraacakiniadalahuntukmempersamakan (menyetarakan) secara statistic kondisikelompokeksperimendan control sebelumdiperkenalkan variable indipemdenkepadasubjek.




Desaininidapatdigambarkansebagaiberikut:

              I                O1                 X                  O2
A
             II                 O1                                      O2

Keterangan:
A = acak
I = Kelompokeksperimental
II = kelompok control
O = tes (observasi), O1 (pretest), O2 (posttest)
X = perlakuaneksperimental

Adapunlangkah-langkahdenganmenggunakan pretest-postestkelompok control A, penelitimembagisubyekkedalamduakelompok (I,untukdisiapkanmenjadikelompokeksperimental, dan II menjadikelompok control) yang dilakukandengancaraacak, disebutdenganpenempatanacak. Penempatansubjeksecaraacakinidimaksudkanuntukmendapatakankelompok yang ekuvalensehinggasecararasionalmenekanseminimalmungkinperbedaanawalantarkelompok yang mungkinberpengaruhpadahasilnya.Semakinbesarjumlahsubjekdalammasing-masingkelompok, semakinkecilkemugnkinanterjadinyaperbedaanawalantarkelompoksubjek.Dalampenelitianpendidikan, biasanyamasing-masingkelompoksetidaknyaterdiridari 15 subjek agar asumsiekuivalensi statistic dapatdicapai.
Kedua, penelitimemberikan pretest ( O 1 ) tentang variable dependenkepadakeduakelompoksubyek, pretest inidimaksudkanuntukmengetahuikondisiawalsubyekberkenaandengan variable dependen. Meskipunpenempatansubjeksecaraacakdapatmenekanperbedaanawalsubyekantarkelompok, dalambanyakkondisimungkintidakselaludemikian.Karenaitu, pretest dapatmenghilangkankemungkinaninidengan control statistic, yang melibatkanskor pretest dan posttest.
Langkahketiga, penelitimemberikanperlakuaneksperimental (X) kepadasalahsatukelompok (eksperimentel )danmembiarkankelompok (kontorl) tanpaperlakuanbaru. Karenaekeperimeninimemerlukanwaktu, makaselama proses eksperimentkondisikeduakelompokharustetapekuivalen,kecualidalammanupulasiperlakuan variable dependen. Hal ini, dapatdilakukandengancaratetapmenjaga agar varibael lain (asing) di luareksperimentaldipertahankantetapsama.
Langkah Keempat, setetlahperlakuaneksperimentaldiberikankeduakelompoksubyek (ekperimentaldan control) di test lagiataupostets (O2) denganmenggunakantets yang sama, sebagaimana yang digunakanpada pretest. Selanjutnyakelima, penelitimembandingkanperubahan( perbedaanantaraskor pretest dan posttest) antarakelompokeksperimentaldankelompok control. Teknikanalisis statistic yang biasanyadigunakanadalahanalisikovarian.Bilaterjadiperbedaanperubahan yang signifikanberartipemberianperlakuan (variable independen) berpengaruhpada variable dependen (Hajar, 1999) .
Variasi lain dari langkah-langkah desain diatas dapat dilakukan dengan cara membalik urutan langkah pertama dan kedua. Dengan cara ini, pertama-tama peneliti memberikan pretest (O1) kepada seluruh subyek. Setelah itu, subyek dibagi secara acak kedalam dua kelompok (I, kelompok eksperimen, dan kelompok kontrol). Langkah selanjutnya, yakni ketiga, keempat, dan kelima, dilakukan sebagaimana langkah-langkah pada desain sebelumnya. Variasi langkah-langkah desain ini dapat digambarkan dalam diagram berikut ini:

                                          I            O1                 x               O2
   OI                  A
                                           II                                            O2

Perbedaan yang nyata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam desain diatas adalah ada atau tidak adanya perlakuan yang berkenaan dengan variabel indipenden yang diberikan pada masing-masing kelompok. Dalam bidang pendidikan, penelitian eksperimen sering kali dimaksudkan untuk menguji pengaruh perlakuan yang berbeda dari variabel independen terhadap variabel dependen. Misalnya, seorang peneliti bermaksud menguji perbedaan efektifitas tiga macam metode pembelajaran (X1[kuliah], X2 [CBSA], X3 [proyek]) terhadap prestasi belajar IPS siswa.
Desain pretest-postest kelompok kontrol ini dapat mengontrol 4 sumber utama yang dapat mengancam validitas internal, yaitu: seleksi, regresi statistik, testing, dan kematangan. Akan tetapi, sumber ancaman lain, seperti difusi perlakuan, histori, bias eksperimen, instrumentasi, dan mortalitas agak sulit dikontrol (Hajar, 1999).











DAFTAR PUSTAKA

Hajar,Ibnu.1999.Dasar-Dasat Metodologi Penelitian Kuantitatif Dalam Pendidikan.Jakarta:Rajagrafindo Persada.

Fraenkel.2011.How to Design and Evaluate Research in Education.